Background

Background

Silahkan klik beberapa gambar di bawah ini

  • image1
  • image2
  • image3
  • image4
  • image2
  • image1
  • image4
  • image3
Definisi Para Ahli Tentang Organisasi

Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.
Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis).

Definisi
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
  • Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
  • James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  • Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  • Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
  • Prof Dr. Sondang P. Siagian, mendefinisikanorganisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua  orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapa orang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.
  • Drs. Malayu S.P Hasibuan mengatakanorganisasi ialah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja.
  • Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro mengatakanorganisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
  • James D Mooney berpendapat bahwa Organization is the form of every human, association for the assignment of common purpose atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian suatu tujuan bersama.
  • Chester L Bernard (1938) mengatakan bahwa Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih ( Define organization as a system of cooperative of two or more persons) yang sama-sama memiliki visi dan misi yang sama.
  • Paul Preston dan Thomas Zimmerer mengatakan bahwa Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. (Organization is a collection people, arranged into groups, working together to achieve some common objectives).
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.


Ciri-ciri Organisasi
Secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada. Organisasi bisa disebut juga sebagai wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama
Adapun ciri-ciri dari organisasi adalah :
- Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
- Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang
- Adanya tujuan
- Adanya sasaran
- Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
- Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas
Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
  2. Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
  3. Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.
Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:
  1. Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.
  2. Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.
  3. Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.
Jadi, dari beberapa ciri organisasi yang telah dikemukakan kita akan mudah membedakan yang mana dapat dikatakan organisasi dan yang mana tidak dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi.
Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.     Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.

2.     Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.

3.     Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.

4.     Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.
Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:
1.     Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.

2.     Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.

3.     Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.
Jadi, dari beberapa ciri organisasi yang telah dikemukakan kita akan mudah membedakan yang mana dapat dikatakan organisasi dan yang mana tidak dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi.

TIPE-TIPE ORGANISASI

Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka terstruktur. Namur dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.


ORGANISASI FORMAL RESMI

Organisasi formal/ Resmi adaah organisasi yang dibentuk oleh sekumpulan orang/masyarakat yang memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya, serta memilki kekuatan hukum. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9).

ORGANISASI INFORMAL

Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:

Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.
                    
Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya. 
Unsur-Unsur  Organisasi
Unsur – Unsur Organisasi :
1. Manusia (Man).
2. Kerjasama.
3. Tujuan Bersama.
4. Peralatan (Equipment).
5. Lingkungan.
6. Kekayaan alam.
7. Kerangka/Konstruksi mental
Secara garis besar organisasi mempunyai tiga unsur yaitu :
1. Manusia.
2. Kerjasama.
3. Tujuan bersama-sama.
Dari ketiga unsur tersebut saling terkait dan mempunyai satu kesatuan. dari berbagai macam teori organisasi yang di kemukakan oleh para ahli tidak ada satu pun yang memiliki kebenaran mutlak. dan antara teori organisasi yang satu dengan yang lain saling melengkapi.
Unsur-unsur Organisasi
Setiap bentuk organisasi akan mempunyai unsur-unsur tertentu, yang antara lain sebagai berikut:
• Sebagai wadah atau tempat untuk bekerja sama.
• Proses kerja sama sedikitnya antara dua orang
• Jelas tugas dan kedudukannya masing-masing
• Ada tujuan tertentu
Secara ringkas unsur-unsur organisasi yang paling dasar adalah :
- Harus ada wadah atau tempatnya untuk bekerja sama.
- Harus ada orang-orang yang bekerja sama.
- Kedudukan dan tugas masing-masing orang harus jelas.
- Harus ada tujuan bersama yang mau dicapai.

Macam- Macam Bentuk Bagan Dalam Struktur Organisasi


Dalam suatu Organisasi pasti lah ada juga sebuh Stuktur nya jika dalam organisasi tidak ada strukturnya maka suatu perusahaan itu pasti akan bobrok dan hancur dalam penyusunan jabatannya masing-masing dan berikut adalah contoh dari gambar Bagan yang biasa perusahaan-perusahaan pakai pada umumnya yaitu:

A. Bagan Horizontal
 mengapa bagan tersebut di katakan horizontal karena pada bagan tersebut jika semakin banyak jabatan-jabatan yang di buat dalam perusahaan tersebut maka bagan ini akan semakin luas menyamping
B. Bagan Vertikal
  Bagan vertikal adalah kebalikan dari bagan Horizontal. Bagan Vertikal pada umumnya bagan ini jika dalam perusahaan banyak sekali jabatan atau kepala-kepala bagian dari masing-masing divisi maka bagan ini akan semakin panjang ke bawah.
C. Bagan Lingkaran
Kenapa bagan ini berbentuk lingkaran karna mungkin dalam suatu perusahaan memang sangat memiliki perbedaan tersendiri dalam menyusun bagian-bagian dari perusahaan itu tersebut oleh karena itu banyak sekali model bagan yang terbentuk. pada model bagan ini jika setiap penambahan anggota maka bagan ini akan bertambah diameternya dan semakin membesar.
D. Bagan Piramid
Bagan ini sangat mudah digunakan karna bentuknya seperti Piramid yang menempatkan bagian-bagian dalam perusahaan yang paling tertinggi di letakan pada bagian TOP dan untuk karyawan di letakan MID dan untuk Office Boy di letakan pada Bagian LOWER.







Teori LOVELISIS
LOVELISIS adalah "reaksi" terurainya sifat2 tertentu oleh cinta menjadi sifat2 positif dan sifat2 negatif pd manusia. Hasil dari lovelisis disebut jg dgn LOVELISAT.

LOVELISAT ada yg bersifat Absolut, Positiv, Negativ, dan Netral. Hal ini disebakan tdk smua sfat manusia akan mengalami tingkat lovelisis yg sama, ada yg lovelisis sebagian, ada jg yg lovelisis total.

#JENIS2 LOVELISIS :

1. Lovelisis sebagian Positiv (hasilnya negatif)
2. Lovelisis sebagian Negativ (hasilnya positif)
3. Lovelisis Total (absolut/totally love---maybe :D )
4. Unlovelisisable (netral)

*****

1. Lovelisis sebagian Positiv (hasilnya negatif)

Lovelisis sebagian Positiv akan mghasilkan Lovelisat yg bersifat negatif, karena jenis sifat yg di-lovelisis-kan akan cenderung mengikuti sifat2 negati dr cinta.

CONTOH :

a. curiga + cinta --> cemburuan
b. khawatir + cinta --> posesif
c. saiko + cinta --> sewenang
dan lain2..

2. Lovelisis sebagian Negativ (hasilnya positif)

Lovelisis sbagian negatif akan menghasilkan lovelisat yg bersifat positif, karena jenis sifat yg di-lovelisis-kan akan cenderung mengikuti sifat2 positif dari cinta,,(maybe,,).

CONTOH :

a. Pemarah + cinta --> penyayang
b. malas + cinta --> rajin
c. dingin + cinta --> supel
dan lain2..

3. Lovelisis Total (absolut)

Lovelisis total mghasilkan lovelisat absolutly love, karena jenis sifat yg di-lovelisis-kan dpt dgn mudah dipengaruhi oleh cinta.

CONTOH :

a. Percaya + cinta
b. toleransi + cinta
c. jujur + cinta
dan lain2.. hasilnya smua adlh cinta plus plus plus gtu lah pkoknya.. :D

4. UNLOVELISISABLE (netral)

Unlovelisisable tidak akan mghasilkan lovesisat apapun (netral), karena jenis sifat yg dilovelisiskan tdak akan terpengaruh meskipun di reaksikan dgn cinta, sehingga sifat tersebut bersifat netral (tetap).

CONTOH :

a. matre + cinta = matre
b. sombong + cinta = sombong
c. pikun + cinta = pikun
d. tulalit + cinta = tulalit
dan lain2..

****

Nah, gtu deh kira-kira.. hehehehe

----------------------
[ NB : Artikel ini di buat tanpa maksud apapun, maaf klo ada yg salah atau semacamnya lah.. it's just for fun,, hehehe... ]

"terinspirasi dari Materi pelajaran kimia SMA kls XI >> HIDROLISIS"


thanks for read.. :)
Fakta Cewek :)

Nih ada beberapa fakta cewek..... Buat cwok2, disimak baik2 ya :D !!

* cwe emang kalah kekuatan fisik ama cwo, tapi cwo kalah kekuatan hati
* cwe yg sering nangis itu bukannya cengeng, tp karena perasan mereka sensitif bgt (┌‾,‾┐)
* cwe punya kebiasaan suka bilang "gak butuh", padahal sebenernya "butuh" (ˇ_ˇ'')
* cewek itu suka banget kalo punya pacar yg bisa serba ngertiin (┌‾,‾┐)
* cewek itu paling benci kalo udah cerita panjang lebar trus responnya cuma "oh" (ˇ_ˇ'')
* cewek labil itu gampang diajak buat ribut (ˇ_ˇ'')
* cewek labil itu gampang banget emosi ┐(˘–˘ )┌
* cewek deg-degan setiap gebetannya nyapa/lewat didepan dia
* setiap cewek pasti punya mimpi buat dapetin pacar yang ganteng,baik,tajir pula hahaha
* cewek suka sama cowok yang bijak
* cewek salting kalo temennya ciecien dia sama cowok yg dia suka di depan cowok itu
* cewek gasuka liat pacarnya deket sama cewek lain walaupun cewek itu sahabatnya
* cewek lebih suka ke mall daripada ke tempat yg gajelas
* cewek itu suka banget dipuji sama orang yg dia suka
* cewek itu kalo lagi sedih gamau orang yg dia sayang tau keadaannya
* cewek itu rata - rata memang cemburuan. Karena dia sangat takut kehilangan cowoknya
* cwe itu suka sok tegar klo lg brantem ama pcr! ┐(˘–˘ )┌
* cwe itu pengen di mention duluan (┌‾,‾┐)
* cwek itu pengen di sms duluan (┌‾,‾┐)
* cwe itu ga mudah move on..
* cwek itu suka bete klo dsuruh nunggu kelamaan!
* cwek itu bnci bgt klo dicuekkin ama pcrnya d dpan tmen2nya !
* cwek itu gak suka kalo smsnya ga dibales
* cwe itu suka nutupin prasaannya klo lg sdih
* cwek itu ga suka ma cwok lebay

Dan masih banyak lagi fakta2 lainnya tentang cewek!
~-~

Cooley dan Tukey
Abstrak — Transformasi Fourier Cepat, dalam bahasa Inggris dikenal dengan Fast Fourier Transform, adalah suatu algoritma yang banyak digunakan untuk menghitung Transformasi Fourier Diskrit atau Discrete Fourier Transform dalam bahasa Inggris. Adapun kelebihan dari Transformasi Fourier Cepat adalah tingkat kompleksitas yang lebih rendah sehingga lebih cepat dan mangkus. Nilai tambah ini sangat berguna karena Transformasi Fourier Diskrit banyak diaplikasikan pada berbagai bidang khususnya pengolahan sinyal. 
Kata Kunci — Transformasi Fourier Cepat, Transformasi Fourier Diskrit, kompleksitas, pengolahan sinyal.   
Transformasi Fourier Diskrit merupakan bagian dari Transformasi Fourier yang digunakan dalam analisis Fourier. Dalam analisis Fourier dipelajari bagaimana cara merepresentasikan sevuah fungsi dengan penjumlahan beberapa fungsi trionometri yang lebih sederhana.  Analisis Fourier dinamakan sesuai dengan penemunya yaitu Joseph Fourier (1768-1830), seorang matematikawan dan fisikawan berkebangsaan Prancis. Beliau menunjukkan bahwa dengan mengubah sebuah fungsi menjadi deret trigonometri akan mempermudah pembelajaran tentang propagasi panas. 
Dalam bidang matematika, Transformasi Fourier digunakan untuk menguraikan sebuah sinyal menjadi frekuensinya. Dengan kata lain, Transformasi Fourier mengubah suatu fungsi ke daam bentuk lain. Pada Transformasi Fourier Diskrit, masukan fungsi harus dalam bentuk diskrit. Masukan Transformasi Fourier Diskrit adalah urutan terbatas bilangan riil ataupun bilangan kompleks. Hal ini menyebabkan Transformasi Fourier Diskrit ideal untuk memproses informasi di dalam komputer.  
Dalam perkembangannya, para peneliti terus berupaya mengembangkan suatu algoritma yang lebih cepat dan mangkus. Pada tahun 1965, J. W. Cooley dan John Tukey mengenalkan sebuah metode baru yang lebih cepat dan mangkus dalam memproses Transformasi Fourier Diskrit.

Algoritma yang diberi nama algoritma Cooley-Tukey ini sebenarnya telah ditemukan oleh Carl Friedrich Gauss pada sekitar tahun 1805. Karena lebih cepat dalam proses perhitungan, metode ini disebut dengan nama Transformasi Fourier Cepat.  
Dalam penggunaan sehari-hari, istilah Transformasi Fourier Cepat dan Transformasi Fourier Diskrit sering dipertukarkan. Padahal keduanya memiliki perbedaan yang jelas, yakni Transformasi Fourier Diskrit merujuk pada transformasi matematik bebas sedangkan Transformasi Fourier Cepat merujuk pada algoritma mangkus yang digunakan untuk menghitung Transformasi Fourier Diskrit. Hal demikian terjadi karena pada umumnya Transformasi Fourier Cepat digunakan untuk menghitung Transformasi Fourier Diskrit. 
Selain algoritma Cooley-Tukey, ada beberapa algoritma lain yang juga ditujukan untuk menghitung Transformasi Fourier Diskrit dengan lebih cepat dan mangkus. Beberapa diantaranya yaitu algoritma faktor prima, algoritma Radix terpisah, algoritma Bruun, algoritma Rader, dan algoritma Bluestein. Sampai dengan waktu pada saat makalah ini dibuat, algoritma Cooley- Tukey merupakan bentuk Transformasi Fourier Cepat yang paling populer digunakan. 
Penemuan Transformasi Fourier Cepat membawa dampak besar pada sejarah ilmu pengetahuan. Transformasi dapat menghitung deret Fourier dengan kecepatan  dibandingkan dengan Transformasi Fourier Diskrit biasa. Untuk data dengan jumlah ribuan atau bahkan jutaan, penggunaan Transformasi Fourier Cepat dapat mengurangi waktu komputasi hingga beberapa kali lipat. Peningkatan besar ini berperan penting pada berbagai macam aplikasi, contohnya pemrosesan sinyal digital, penyelesaian persamaan diferensial, dan perkalian bilangan bulat besar.

            TRANSFORMASI FOURIER DISKRIT 
Menurut Buku “Understanding Digital Signal Processing, Second Edition” karangan Richard G. Lyons. Transformasi Fourier Diskrit adalah prosedur yang kuat yang digunakan dalam pemrosesan sinyal digital dan filterisasi digital.  Transformasi Fourier Diskrit menungkinkan seseorang untuk menganalisa, memanipulasi dan mensintesis sinyal yang tidak mungkin dapat dilakukan dalam pemrosesan sinyal analog. Sedangkan menurut buku “Handbook of Digital Signal Processing Engineering Applications”, Transformasi Fourier Diskrit  merupakan gambaran karakteristik spektrum periodik dari suatu sampel data.  Transformasi Fourier Diskrit  memiliki spectrum garis yang mewakili periode sekuensial N.  Adanya istilah “discrete fourier transform” karena Transformasi Fourier Diskrit  memberikan gambaran deret fourier untuk sekuens terbatas. 

TRANSFORMASI FOURIER CEPAT 
Ada beberapa macam algoritma yang tergolong ke dalam Transformasi Fourier Cepat. Namun dalam makalah ini hanya akan membahas tiga algoritma saja. 
a. Algoritma Cooley-Tukey 
Algoritma Cooley Tukey adalah salah satu dari sekian algoritma yang digunakan untuk menghitung Transformasi Fourier Diskrit. Algoritma ini dipopulerkan oleh J. W. Cooley dan John Tukey pada tahun 1965. Sebenarnya algoritma ini pertama kali ditemukan oleh Carl Friedrich Gauss pada tahun 1805. Hanya saja ia tidak sampai pada pembahasan waktu perhitungan asimptotik. Sampai dengan waktu saat makalah ini dibuat, algoritma ini merupakan algoritma yang paling umum digunakan.  
Ide dari Transformasi Fourier Cepat adalah mengubah suatu bentuk Transformasi Fourier Diskrit dengan panjang N  menjadi bentuk penjumlahan dari dua buah bentuk Transformasi Fourier Diskrit dengan panjang masing-masing N/2, satu bagian terdiri dari elemen bernomor ganjil sementara yang lain genap.
b.  Algoritma Rader 
Algoritma Rader, ditemukan pada tahun 1968, adalah salah satu jenis Transformasi Fourier Cepat untuk menghitung transformasi Fourier Diskrit berukuran bilangan prima dengan mengekspresikan kembali Transformasi Fourier Diskrit sebagai sebuah siklus konvolusi. Untuk suatu kasus yang sama, algoritma Cooley-Tukey jauh lebih sederhana dan lebih praktis dalam memecahkan suatu masalah. Oleh karena itu, algoritma Rader biasanya hanya digunakan untuk kasus dasar dari dekomposisi rekursif Cooley-Tukey  dari Transformasi Fourier Diskrit.

c. Algoritma Bluestein 
Algoritma Bluestein, ditemukan pada tahun 1968, adalah salah satu bentuk Transformasi Fourier Cepat untuk menghitung Transformasi Fourier Diskrit dengan ukuran bebas dengan cara mengubah bentuk Transformasi Fourier Diskrit ke dalam bentuk konvolusi.